CeritaQ yang dibungkus dalam bentuk CeRbuNG
Selamat pagi zahra…!!? sapa latifa membuka tirai jendela kamarku yang masih
tertutup, “wah….besok boleh dong nginep disini lagi, em.. ternyata tempat tidurmu
nyaman ya Ra”, ucap Tifa sambil members kan buku-buku yang dipakai buat
ngerjain tugas semalam.”hmm trimakasih deh Fa tapi kayanya cukup malam ini aja
deh…”, jawabku serius, Tifa langsung mendonga melihatku. “Kenapa?”, tanyanya heran. “ya iyalah, soalnya aku baru
tau kamu kalau tidur suka main tending gitu”. ”hah…! Jadi yang semalem kamu kena
tending y Ra.., bukannya boneka tedy itu”, ucap Tifa. “hm sama ya
pantatku rasanya seperti boneka?”. “Hah…
masa sih Ra”, jawab Tifa sambil tertawa kecil “maaf
deh Ra, abis rasanya mang begitu”.
Dikelas Alia dan Tifa asik ngobrol soal guru baru yang hari
ini rencananya akan masuk dikelas kami setelah kemarin dikelas B yang mendapat
gilir pertama untuk mendapat pelajarannya.
Ra2 tak begitu perduli dengan keingin tahuan mengenai guru
baru, karena yang ada di otaknya pagi ini adalah Haris, sudah dua hari Haris tidak
masuk sekolah tanyakan pada Anton yang selalu bersamanya, tapi Anton tidak
mau memberi tahu dan selalu menghindar jika Ra2 bicara tentang Haris .
“Haris” panggilku dalam hati, banyak hal yang telah ku
ketahui tentangnya tapi tahunya aku tentangnya tidak membuat aku senang,
hal-hal yang selalu ingin kuketahui dan selalu ditutupi Haris sangat
mengecewakan. Iba dan merentangkan hubungan kami, mungkin disini aku yang salah
karena terlalu banyak mau tahu. Dari awal kami bertemu, berkenalan saling
menyapa dan memberi perhatian adalah awal indah tanpa cacat pujian dan rayuan
tentunya sangatlah membuat cewek sepertiku sersa spesial karena kamu seorang laki-laki yang dingin dimata teman-temanku tapi jika didekatku kamu sangat hangat bahagia rasanya punya teman sepertimu, walau kadang kala sering membuat kuping panas saat memerikan nasehat, ku anggap tu sebagai santapan rohani kakek yang memberi petuah kepada cucunya.....Bersambung.
Seperti biasa sehabis pulang sekolah Haris maen
ke rumah tapi yang tidak biasa Haris mengajak kawan sekelasNa yang bernama
Sauri dan Haris mengenalkanNa ke pada Ra2. Dan Sauri pun salah satu personil
pendiri KIR yang menyusul selain Arif, Isna, Puja,dan adik tingkat Bella dan
Alaw. Dulu sebelum berkenalan dengan Sauri, Ra2 selalu menemani Haris untuk
mengetik atau mendengarkan lagu2 terbaru di ruang computer. Tapi semenjak Sauri
selalu ikud dengan Haris ke rumah Ra2 yah. Haris asik mengetik proposal dan
surat-surat untuk keperluan kegiatan KIR sedangkan Ra2 asik mengobrol dengan
Sauri di ruang tamu. Lama kelamaan Haris jarang menemani Ra2 di rumah, hanya Sauri
yang ada di samping Ra2 saat Ra2 butuh bantuan. Entah kenapa Haris menjauh aneh rasanya seperti ada yang hilang
dan tiba-tiba Ra2 mendengar kabar Haris jadian/pacaran dengan Sari teman sekelas Ra2, entah kenapa hatinya bagaikan disengat lebah bertubi-tubi. Saat jam istirahat seperti biasa Ra2 dan Muksin mengganti sepatu dengan sendal untuk kemesjid salat dhuha, Entah kenapa
hati Ra2 pun cekit-cekit bagaikan diserbu rayap saat Haris mengunjungi kelas bukan menghampiri Ra2 akan tetapi menghampiri Sari duduk berdua dengan Sari, Ra2 pun lekas mengajak Muksin untuk ke Masjid. Akan tetap
Ra2 tidak memperlihatkan rasa sakitNa itu, malah saat Ra2 melewati Haris dan Sari yang duduk dipojok depan dekat pintu Ra2 berhenti menghampiri dengan wajah naif memberi selamat dan mendukung hubungan Haris
dan Sari, lalu bergegas pergi untuk berwuhu,. “ Sepulangnya Ra2 ke rumah dengan lemas bergegas ganti baju makan lalu tidur melepas keletihan yang tak biasa, kemudian terdengar ketukan pintu dan menebak itu pasti Haris. Ra2 pun lekas membukakan pintu, dan benar perkiraan Ra2 dengan wajah ceria, tapi tiba-tiba dari samping pintu ada sosok lain yang datang selain Haris hal yang membuat Ra2 tak kuasa ternyata Haris mengajak Sari, Ra2 pun terlihat gugup bingung dengan wajah datar dan terfikir Ra2 segera menelpon meminta Sauri datang segera kerumah, saat
Sauri datang rasa gu2p Ra2 tertutupi. Saat Ra2 mengobrol dengan Sauri, Haris
mengobrol dan sok mesra dengan Sari tapi arah mataNa menuju ke arah Ra2 dan
Sari mulai menyadari itu lalu memegang wajah Haris agar tidak mengalihkan
pandangan Haris selain ke Sari. Dan tiba-tiba Haris mengajak Sari pulang, Ra2
pun melanjutkan mengobrol dengan Sauri dengan menutupi kesedihanNa.
"Seiring waktu setelah kelulusan tiba-tiba mereka menghilang begitu saja, tanpa ada kata-kata ataupun pamit. mereka semua, orang yang sudah Ra2 jadikan bagian dari hidup Ra2 mereka pergi meninggalkan tanpa memperdulikan keadaan Ra2 yang saat itu sakit parah. selama tiga bulan mengalami sakit yang membuatNya drop berkali-kali. bahkan sering jatuh pingsan padahal saat itu Ra2 sedang menghadapi ujian untuk melanjutkan ke Universitas tapi entah tak ada yang perduli atau tak ada yang tau. yang pasti Ra2 saat itu merasa sendirian tanpa ada Hais, Muksin, Ataupun Sauri. bahkan teman sebangku dan teman ngobrolNya tak mengeahui itu Anggraini dan Ariani."
semenjak itu Ra2 memutuskan untuk tidak terlalu sayang dan perduli dengan orang lain, selama di dunia kampus Ra2 melakukan semuaNya sendiri tanpa bantuan atau tanpa ada teman yang mendampingi, akan tetapi walaupun Ra2 terlihat ingin menyendiri., Ra2 tetap seorang gadis yang ramah dengan setiap orang jadi mudah dikenal dan tidak familiar. Ra2 menjadi sosok yang pekerja keras, mandiri, baik dengan siapa saja dan ramah namun tetap tertutup.
Selama Ra2 tinggal mengekos di Bandar Lampung, ketika iya dari Pringsewu menuju ke Bandar Lampung iya yang terbiasa memakai bus umum, mencoba menaiki mobil mikrolet merah yang arahnya akan menuju ke bandar lampung. namun rute perjalanannya berbeda dengan Bus, dalam hati Ra2 sangat takut kesasar lagi. Apa dikata Ra2 pun bertanya dengan seorang laki-laki di sampingnya, ternyata Ra2 kebelabasan laki-laki itu menyarankan untuk turun di pasar tamin nanti di jalan ada mobil sukaarame, "Untung aja nanya" Ra2 bergumam dalam hati dan Ra2 pun berterima kasih kepada laki-laki itu. Sejak saat itu Ra2 sering menggunakan mobil angkot merah saat akan menuju ke Bandar Lampung ketimbang Bus, akan tetapi ada yang aneh, karena Ra2 bertemu kembali dengan laki-laki itu selama 4 kali berturut-turut. Padahal di pringsewu banyak sekali mobil tapi Ra2 dan laki-laki itu selalu bertemu. Akirnya Ra2 berkenalan dengan laki-laki itu. Ternyata namanya Adit, yang lebih tua setahun dari Ra2, Adit laju dari Gading ke Bandar Lampung dan kuliah di salah satu Universitas. "Kalau fisik tinggi, besar, hitam tapi manis dan suaranya lembut. Sikapnya pekerja keras karena selain kuliah Adit kerja sip-sipan di rental band dekat rumahnya menjelang sore sampai larut malam, sederhana tidak sombong, dan baik" Gumam Ra2. "Adit dan Ra2 pun sudah berteman selama 5 bulan yang sekaligus 5 kali Adit menyatakan cinta namun Ra2 masih belum menerima karena Ra2 ingat pesan terakhir Haris setelah UAS selesai, untuk tidak berpacaran." Akhirnya suatu ketika saat itu Ra2 dan Adit janjian pulang bareng ke Pringsewu, Adit pun menunggu Ra2 pukul 13.45 wib di tempat pemberhentian bus, Akan tetapi Ra2 dengar kabar bahwa jadwal matrik tidak jadi diliburkan. Ra2 pun menelepon Adit untuk tidak menunggunya pulang, pukul 18.00 wib Ra2 sampai di tempat pemberhentian Bus, Ra2 melihat sesosok laki-laki sambil mengemut permen yang ternyata itu Adit. "Adit, kan udah dibilang bulang duluan", "Adit hanya tersenyum, dan menawarkan permen".
Dear Diary... :)
"Kenapa yah aku belum bisa melupakan Haris, padahal aku menemukan sosok Adit yang lebih baik dari Haris, selain pintar, pekerja keras, dan sederhana, terus tidak pernah mengeritik atau memarahi aku saat aku membuat kesalahan, Adit selalu memuji dan membuatku jadi selalu benar, walau kadang Adit sering merendah dan tidak percaya diri yang membuatku harus menyemangatinya. Sedangkan Haris, selalu mengeritik dan memarahi Aku saat aku salah, menasehati untuk sabar dan intropeksi diri, Haris dekat dengan Ibuku dibandingkan denganku, Sosok Haris di sekolah sangat dingin dan cuek denganku membuatku kangen dengan rasa iriku melihat Haris dan Orang Tuaku dekat karena mempunyai pemikiran yang sama. Kalau liat filem Habibie dan Ainun, gaya Haris mirip sekali dengan Habibie yang tidak bisa diam. Bedanya Adit dengan Haris, Adit tidak dekat dengan orang tuaku yang menurutnya Ia tidak percaya diri dan Adit selalu memanjakanku." Tulisnya Ra2 di buku Hariannya
Empat tahun sudah berlalu, Namun Ra2 masih belum membuka hatinya. Entah kenapa begitu keras hatinya karena di dalam hatinya masih ada Haris. Sampai Ma2snya diam-diam bertanya dengan Ibunya, " Bu Adek kok enggak punya pacar sih Bu', apa karena enggak ada yang suka atau apa?". "mungkin belum bertemu". jawab ibu. Teman satu kos Ra2 juga berkata, "Ra, masa sih kamu enggak suka sama dia, dia tu ganteng loh, anaknya orang kaya, terus royal pula, kalau kamu enggak suka manfaatin ajah dia". "iya, kalau dia melamarku baru aku terima siapa pun dia tapi kalau untuk pacaran harus sesuai keriteriaku dongs.Hahaa..." Jawab Ra2 sambil melemparkan boneka ke Sari.
Saat Ra2 sibuk mengerjakan proposal, Ra2 melihat sosok Mr yang sesuai dengan kriterianya. semenjak itu Ra2 sering melamun dan salting (salah tingkah) kalau berpapasan.
Saat di kampus, diam-diam Ra2 memandanginya. "Hem, Mr. kalau di pandang lama-lama ganteng yah, selain pinter, penampilannya sederhana, berbeda dengan Mr- Mr yang lainnya yang membawa mobil. Pasti dia pekerja keras yang sayang dengan orang tuanya". Ra2 pun langsung menyimpulkan sendiri dengan angan-angannya yang apa yang dilihatnya serba baik dan baik. HemzZ
Namun Ra2 pun bertanya-tanya pada dirinya sendiri, "Ini namanya Suka, Cinta atau ini hanya rasa kagum? Aduh, sudahlah jangan sampai Mr. tau rasa yang Aku sendri bingung, Pastilah Mr. sudah mempunyai kekasih, orang yang pintar pastilah suka dengan wanita yang pintar. Aku merasa kurang pintar jika ingin mendekati Mr. karena ke unggulanku bukanlah orang yang pintar ataupun cerdas, Aku lebih mengarah ke kreatif."
Lanjut...
Pada akhirnya Ra2 kehilangan Haris untuk selama-lamanya ^__^ (Agustus 2014)
Pada keesokan harinya Ra2 melihat Haris masuk kelas dengan
raut wajah bagaikan pakaian yang belum di gosok saat Ra2 dan Haris berpapasan,
Ra2 pun mencoba untuk menyapa dengan wajah cerianya. “hai Haris., ,!!? Haris pun
melewati Ra2 begitu saja bagaikan hembusan angin karbondioksisa (CO2) dan hidrogen sulfida (H2S) yang lewat begitu saja di sampingnya. “Jiah.,
dicuekin deh” dumel Ra2 karena malu dengan muka memerah.
Pulang sesampainya di rumah Ra2 sehabis ganti baju langsung
meng_on kan computer kesayanganNa untuk mengedit foto2 hasil jepretanNa dan
mengeprint satu persatu dengan mendengarkan volume music standar, lagu Tipe-X
kesukaan Haris. Nah, tiba-tiba ada ketukan di pintu depan. Bertanya-tanya siapa
sih, ,. Mbokde..,!? de….,!!” panggil Ra2. Oya, mbokde gi nemenin ibu belanja di
pasar. Lalu saat Ra2 membuka pintu dengan seketika seso2k laki2 tersenyum dengan
mengucap “Assalamu’alaikum Ra’,.? ( ^_^”) Ra2 pun terdiam dengan muka heran. “Wallaikumslm,
masuk gih” jawab Ra2 dengan singut yang sebenerNa dalam hatiNa seneng. Haris
sebenerNa apa sih mau kamu, kamu selalu menjagaQ setiap harinya., di sekolah
kamu dingin bagaikan es di kutub utara yang adun dinginNa, dan saat pulang
sekolah kamu selalu datang kerumah untuk menemaniku karena kamu tau kalau aku
enggak boleh main keluar-keluar selain sekolah dan bimbel. "udah" jawabnya singat. "iya udah" Haris langsung du2k
di ruang tamu yang kami habiskan untuk bertemu, Ra2 pun seperti biasa membuatkan
minuman kesukaan Haris dengan cemilan., sesampainya di ruang tamu Ra2
sebel+bingung berkata, “Haris kamu kan belum jawab pertanyaanku”. Melihat Haris yang
tertidur di sofa dengan menutup mukanya dengan buku pelajaran dengan memasang
heanset yang entah hidup apa mati yang selalu stand_by dikupingNa. 2 jam
kemudian. “Haris dah ashar bangun... bangun.., .” kata Ra2 membangunkan Haris dengan
membuka heanset dan buku yang menutupi wajahNa. Haris pun terbangun lalu
kebelakang untuk wudhu lalu shalat. Sampai ibu dan mbokde Ginil pulang dari shoping,
Haris pun langsung mengobrol dengan ibu dan pamit untuk pulang.
( V_V”)
( V_V”)
“Kreeek,” suARA pintu belakang terbuka “Krucuk., krucuk,.”
Pada jam 3 pagi membangunkan Ra2 untuk ikut bangun mendengar IbuNa shalat
suNnah untuk berdoa sembarin menunggu subuh datang yang bedaNa sehabis shalat
subuh ibu menyiapkan makanan di bantu mbok Ginil sedangkan Ra2 melanjutkan mimpi
tidurNa yang akhirnya kesiangan, karena itulah Ra2 dikenal seluruh siswa disekolah dari kelas X sampai
kelas XII dengan prestasi siswa yang telatan. Tapi walau begitu Ra2 aktif di OSIS dan selalu silaturahmi
ke setiap kelas dan kantor guru untuk beraksi mengeluarkan barang daganganNa berupa
assesoris jilbab dan biasalah dompet, dll. Oya ra2 juga tidak lupa menawari foto
keliling+nyuci foto, Yah,. karena Ra2 tahu jaman anak SMA puber/suka ngefens sama ka2k
tingkat jadi rata-rata pada mesen foto guru or ka2k tingkat idolaNa. UntungNa
guru or kakak tingkat yang jadi foto model Ra2 mereka gak minta uang honor malah
seneng di foto. Hahahaaaa.
Kostum sekolah Ra2 yang mencolok bwt ra2 mudah dikenali,
memakai jilbab dengan ukuran sedang, baju sekolah yang necis memakai mangset
tangan berwrna hitam dan memakai gelang dan tas ransel+tas jinjing untuk barang
daganganNa. Eith, muka ceriaNA harus selalu on time menyapa setiap siswa dan
guru di sekolah kecuali Haris.
Oya, Ra2 juga punya teman Geng Kepompong loh, yaitu Tifa
pinter eksak sains, Nia mahir bahasa arab/ pelajaran agama, Devi cerdas dalam
percintaan/ pacaran, sedangkan Ra2 lebih ke Seni/ Ekonomi/ Sosial. Mereka sangat kompak walaupun Ra2
sering absen/telat saat kumpul di gubuk kantin karena jam istirahat Ra2 habiskan untuk berjualan keliling dari kelas ke kelas.
Pergantian tahun, Ra2 memilih kelas IPS untuk tes kelas XI
tapi bagaikan petir menyambar cita-citaNa untuk menjadi pedagang/ pembisnis
karena Ra2 berada di daftar kelas XII IPA2. Ra2 pun langsung menuju
kantor BK. “bu’Ris., tolong bu’ saya gak mau di IPA”. Kemudian wali kelas ra2
datang menghampiri ra2 berkata “ra’ nilai rapot dan hasil tesmu mengarah ke
IPA, coba dulu ajah yah” bu’Ris pun menanggapi permintaan Ra2 “ iya, benar kata
wali kelasmu, sebaiknya ra2 coba ke IPA karena bla., bla…,,bla., bla,”
Ternyta setelah Ra2 masuk ke kelas IPA2 ia bertemu
dengan teman-teman baru, dengan teman sebangku Anggraini dan bangku di depan Ikhsan
dan Muksin yang akhirNa mereka jadi sahabat Ra2., , Muksin di kenal laki-laki
cerdas selain Haris yang ada di samping kelas Ra2 yaitu IPA2. Dulu
Muksin anakNa pendiam dan tidak mau dekat dengan teman-teman karena iya minder
dan merasa tidak ada yang mau berteman denganNa karena dia terkenal peliiiiiiiiiiiiit
kalo masalah pelajaran.,hahaaa tapi semenjak Muksin berteman dengan Ra2 dia
jadi berubah menjadi anak yang ceriwis dan mau gabung dengan organisasi yang
akan Haris dan Ra2 buat yaitu KIR (Kelompok Ilmiah Remaja) tapi sifat pelitnya
masih ada sih kecuali sama Ra2.
Kalau dikelas sedang ada PR or Tugas apa lagi ulangan Muksinlah yang paling siap plus pantang
untuk mencontekin, tapi Muksin paling gak tega saat Ra2 sudah merengek minta bantuan... kalo soal ulanganNa 10 soal muksin memberikan jawaban
untuk Ra2 hanya 9 soal yah yang satu soal liat sama Anggraini. Jiah tanpa sengaja
Ra2 dapet nilai 100 seperti Muksin, kalian tau gak ekspresi muksin saat itu ?”
dia BT sama Ra2 tapi Ra2 selalu tau bagaimana menghibur keBTan Muksin dengan
mengajakNa ngobrol yah walau di cuekin tapi dia
akhirNa ilang BTnya sama Ra2 sampai kami kelas XII dan lulus sekolah.
"Seiring waktu setelah kelulusan tiba-tiba mereka menghilang begitu saja, tanpa ada kata-kata ataupun pamit. mereka semua, orang yang sudah Ra2 jadikan bagian dari hidup Ra2 mereka pergi meninggalkan tanpa memperdulikan keadaan Ra2 yang saat itu sakit parah. selama tiga bulan mengalami sakit yang membuatNya drop berkali-kali. bahkan sering jatuh pingsan padahal saat itu Ra2 sedang menghadapi ujian untuk melanjutkan ke Universitas tapi entah tak ada yang perduli atau tak ada yang tau. yang pasti Ra2 saat itu merasa sendirian tanpa ada Hais, Muksin, Ataupun Sauri. bahkan teman sebangku dan teman ngobrolNya tak mengeahui itu Anggraini dan Ariani."
semenjak itu Ra2 memutuskan untuk tidak terlalu sayang dan perduli dengan orang lain, selama di dunia kampus Ra2 melakukan semuaNya sendiri tanpa bantuan atau tanpa ada teman yang mendampingi, akan tetapi walaupun Ra2 terlihat ingin menyendiri., Ra2 tetap seorang gadis yang ramah dengan setiap orang jadi mudah dikenal dan tidak familiar. Ra2 menjadi sosok yang pekerja keras, mandiri, baik dengan siapa saja dan ramah namun tetap tertutup.
Selama Ra2 tinggal mengekos di Bandar Lampung, ketika iya dari Pringsewu menuju ke Bandar Lampung iya yang terbiasa memakai bus umum, mencoba menaiki mobil mikrolet merah yang arahnya akan menuju ke bandar lampung. namun rute perjalanannya berbeda dengan Bus, dalam hati Ra2 sangat takut kesasar lagi. Apa dikata Ra2 pun bertanya dengan seorang laki-laki di sampingnya, ternyata Ra2 kebelabasan laki-laki itu menyarankan untuk turun di pasar tamin nanti di jalan ada mobil sukaarame, "Untung aja nanya" Ra2 bergumam dalam hati dan Ra2 pun berterima kasih kepada laki-laki itu. Sejak saat itu Ra2 sering menggunakan mobil angkot merah saat akan menuju ke Bandar Lampung ketimbang Bus, akan tetapi ada yang aneh, karena Ra2 bertemu kembali dengan laki-laki itu selama 4 kali berturut-turut. Padahal di pringsewu banyak sekali mobil tapi Ra2 dan laki-laki itu selalu bertemu. Akirnya Ra2 berkenalan dengan laki-laki itu. Ternyata namanya Adit, yang lebih tua setahun dari Ra2, Adit laju dari Gading ke Bandar Lampung dan kuliah di salah satu Universitas. "Kalau fisik tinggi, besar, hitam tapi manis dan suaranya lembut. Sikapnya pekerja keras karena selain kuliah Adit kerja sip-sipan di rental band dekat rumahnya menjelang sore sampai larut malam, sederhana tidak sombong, dan baik" Gumam Ra2. "Adit dan Ra2 pun sudah berteman selama 5 bulan yang sekaligus 5 kali Adit menyatakan cinta namun Ra2 masih belum menerima karena Ra2 ingat pesan terakhir Haris setelah UAS selesai, untuk tidak berpacaran." Akhirnya suatu ketika saat itu Ra2 dan Adit janjian pulang bareng ke Pringsewu, Adit pun menunggu Ra2 pukul 13.45 wib di tempat pemberhentian bus, Akan tetapi Ra2 dengar kabar bahwa jadwal matrik tidak jadi diliburkan. Ra2 pun menelepon Adit untuk tidak menunggunya pulang, pukul 18.00 wib Ra2 sampai di tempat pemberhentian Bus, Ra2 melihat sesosok laki-laki sambil mengemut permen yang ternyata itu Adit. "Adit, kan udah dibilang bulang duluan", "Adit hanya tersenyum, dan menawarkan permen".
Dear Diary... :)
"Kenapa yah aku belum bisa melupakan Haris, padahal aku menemukan sosok Adit yang lebih baik dari Haris, selain pintar, pekerja keras, dan sederhana, terus tidak pernah mengeritik atau memarahi aku saat aku membuat kesalahan, Adit selalu memuji dan membuatku jadi selalu benar, walau kadang Adit sering merendah dan tidak percaya diri yang membuatku harus menyemangatinya. Sedangkan Haris, selalu mengeritik dan memarahi Aku saat aku salah, menasehati untuk sabar dan intropeksi diri, Haris dekat dengan Ibuku dibandingkan denganku, Sosok Haris di sekolah sangat dingin dan cuek denganku membuatku kangen dengan rasa iriku melihat Haris dan Orang Tuaku dekat karena mempunyai pemikiran yang sama. Kalau liat filem Habibie dan Ainun, gaya Haris mirip sekali dengan Habibie yang tidak bisa diam. Bedanya Adit dengan Haris, Adit tidak dekat dengan orang tuaku yang menurutnya Ia tidak percaya diri dan Adit selalu memanjakanku." Tulisnya Ra2 di buku Hariannya
Empat tahun sudah berlalu, Namun Ra2 masih belum membuka hatinya. Entah kenapa begitu keras hatinya karena di dalam hatinya masih ada Haris. Sampai Ma2snya diam-diam bertanya dengan Ibunya, " Bu Adek kok enggak punya pacar sih Bu', apa karena enggak ada yang suka atau apa?". "mungkin belum bertemu". jawab ibu. Teman satu kos Ra2 juga berkata, "Ra, masa sih kamu enggak suka sama dia, dia tu ganteng loh, anaknya orang kaya, terus royal pula, kalau kamu enggak suka manfaatin ajah dia". "iya, kalau dia melamarku baru aku terima siapa pun dia tapi kalau untuk pacaran harus sesuai keriteriaku dongs.Hahaa..." Jawab Ra2 sambil melemparkan boneka ke Sari.
Saat Ra2 sibuk mengerjakan proposal, Ra2 melihat sosok Mr yang sesuai dengan kriterianya. semenjak itu Ra2 sering melamun dan salting (salah tingkah) kalau berpapasan.
Saat di kampus, diam-diam Ra2 memandanginya. "Hem, Mr. kalau di pandang lama-lama ganteng yah, selain pinter, penampilannya sederhana, berbeda dengan Mr- Mr yang lainnya yang membawa mobil. Pasti dia pekerja keras yang sayang dengan orang tuanya". Ra2 pun langsung menyimpulkan sendiri dengan angan-angannya yang apa yang dilihatnya serba baik dan baik. HemzZ
Namun Ra2 pun bertanya-tanya pada dirinya sendiri, "Ini namanya Suka, Cinta atau ini hanya rasa kagum? Aduh, sudahlah jangan sampai Mr. tau rasa yang Aku sendri bingung, Pastilah Mr. sudah mempunyai kekasih, orang yang pintar pastilah suka dengan wanita yang pintar. Aku merasa kurang pintar jika ingin mendekati Mr. karena ke unggulanku bukanlah orang yang pintar ataupun cerdas, Aku lebih mengarah ke kreatif."
Lanjut...
Pada akhirnya Ra2 kehilangan Haris untuk selama-lamanya ^__^ (Agustus 2014)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar